Keamanan
basis data merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data dan
pemakaian data oleh pemakai yang tidak punya kewenangan.
Untuk mengamankan data, salah satu cara dapat diterapkan suatu algoritma kriptografi untuk melakukan enkripsi. Dengan enkripsi data tidak dapat terbaca karena teks asli atau plaintexttelah diubah ke teks yang tak terbaca atau disebut chipertext. Ada banyak algoritma kriptografi yang dapat digunakan, berdasarkan sifat kuncinya dibagi menjadi dua yaitu simetris yang hanya memakai satu kunci rahasia dan asimetris (public key algorithm) yang memakai sepasang kunci publik dan kunci rahasia.
Kriptografi
Teknik untuk mengacak suatu pesan agar tidak dapat diketahui maknanya disebut enkripsi, dan membentuk suatu bidang keilmuan yang disebut Kriptografi. Prinsip dasarnya adalah menyembunyikan informasi sedemikian rupa agar orang yang berhak saja yang dapat mengetahui isi dari informasi yang tersembunyi tersebut. Teknik ini sudah ada sejak jaman dahulu, bahkan sejak jaman sebelum Masehi pada masaperang yang digunakan untuk mengirim pesan rahasia antar sesama kawan agar apabila pesan terbaca oleh musuh ditengah jalan, isi dari pesan tersebut tidak dapat terbaca. Seiring dengan kemajuan teknik yang digunakan untuk mengenkripsi maka didalamnya terkandung unsur matematis yang membuat isi dari informasi itu semakin sulit untuk dibongkar.
Tujuan Keamanan Basis data :
· Confidentiality
· Integrity
· Availability
Ancaman keamanan terhadap Basis data
· Interuption
· Interception
· Modification
· Fabrication
Penyalahgunaan Database :
1. Tidak disengaja, jenisnya :
· Kerusakan selama proses transaksi
· Anomali yang disebabkan oleh akses database yang konkuren
· Anomali yang disebabkan oleh pendistribuasian data pada beberapa komputer
· Logika error yang mengancam kemampuan transaksi untuk mempertahankan konsistensi database
2. Disengaja, jenisnya :
· Pengambilan data / pembacaan data oleh pihak yang tidak berwenang
· Pengubahan data oleh pihak yang tidak berwenang
· Penghapusan data oleh pihak yang tidak berwenang
Tingkatan Pada Keamanan Database :
1. Fisikal
2. Manusia
3. Sistem Operasi
4. Sistem Database
1. Otorisasi
Pemberian
wewenang atau hak istimewa (privilege) untuk mengakses sistem atau
obyek database kepada pengguna yang bertanggung jawab
2. Tabel View
Tabel view merupakan metode pembatasan bagi pengguna untuk mendapatkan model database yang sesuai dengan kebutuhan perorangan. Metode ini dapat menyembunyikan data yang tidak digunakan atau tidak perlu dilihat oleh pengguna.
3. Backup data dan recovery
Backup adalah
proses secara periodik untuk membuat duplikat dari database dan
melakukan logging file (atau program) ke media penyimpanan eksternal.
Recovery merupakan upaya untuk mengembalikan basis data ke keadaaan yang dianggap benar setelah terjadinya suatu kegagalan.
Terdapat 3 jenis pemulihan, antara lain :
· Pemulihan
terhadap kegagalan transaksi : Kesatuan prosedur alam program yang
dapat mengubah / memperbarui data pada sejumlah tabel.
· Pemulihan
terhadap kegagalan media : Pemulihan karena kegagalan media dengan cara
mengambil atau memuat kembali salinan basis data (backup)
· Pemulihan terhadap kegagalan sistem : Karena gangguan sistem, hang, listrik terputus alirannya.
1. Mekanisme backup secara periodik
2. Fasilitas logging dengan membuat track pada tempatnya saat transaksi berlangsung dan pada saat database berubah.
3. Fasilitas checkpoint, melakukan update database yang terbaru.
4. Manager pemulihan, memperbolehkan sistem untuk menyimpan ulang database menjadi lebih konsisten setelah terjadinya kesalahan
· Defered
upate / perubahan yang ditunda : perubahan pada DB tidak akan
berlangsung sampai transaksi ada pada poin disetujui (COMMIT). Jika
terjadi kegagalan maka tidak akan terjadi perubahan, tetapi diperlukan
operasi redo untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut.
· Immediate
Update / perubahan langsung : perubahan pada DB akan segera tanpa harus
menunggu sebuah transaksi tersebut disetujui. Jika terjadi kegagalan
diperlukan operasi UNDO untuk melihat apakah ada transaksi yang telah
disetujui sebelum terjadi kegagalan.
· Shadow
Paging : menggunakan page bayangan imana paa prosesnya terdiri dari 2
tabel yang sama, yang satu menjadi tabel transaksi dan yang lain
digunakan sebagai cadangan. Ketika transaksi mulai berlangsung kedua
tabel ini sama dan selama berlangsung tabel transaksi yang menyimpan
semua perubahan ke database, tabel bayangan akan digunakan jika terjadi
kesalahan.
Keuntungannya adalah tidak membutuhkan REDO atau UNDO, kelemahannya membuat terjadinya fragmentasi.
· Enkripsi : keamanan data
· Integritas
: metode pemeriksaan dan validasi data (metode integrity constrain),
yaitu berisi aturan-aturan atau batasan-batasan untuk tujuan
terlaksananya integritas data.
· Konkuren
: mekanisme untuk menjamin bahwa transaksi yang konkuren pada database
multi user tidak saling menganggu operasinya masing-masing. Adanya
penjadwalan proses yang akurat (time stamping).
Link Jurnal :
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&cad=rja&ved=0CGkQFjAH&url=http%3A%2F%2Flabti.ukdw.ac.id%2Fojs%2Findex.php%2Finformatika%2Farticle%2FviewFile%2F68%2F32&ei=lTGzUv6nDMOLrQe6uYCYAw&usg=AFQjCNEZ39xQodyfhUXdG6yeN2aedfi5mA&sig2=bu1HaOey_GG2OmMniGseaA&bvm=bv.58187178,d.bmk
http://eprints.binadarma.ac.id/92/1/JURNAL_SAIPUL%20BAHRI_08142057.pdf
Link Jurnal :
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&cad=rja&ved=0CGkQFjAH&url=http%3A%2F%2Flabti.ukdw.ac.id%2Fojs%2Findex.php%2Finformatika%2Farticle%2FviewFile%2F68%2F32&ei=lTGzUv6nDMOLrQe6uYCYAw&usg=AFQjCNEZ39xQodyfhUXdG6yeN2aedfi5mA&sig2=bu1HaOey_GG2OmMniGseaA&bvm=bv.58187178,d.bmk
http://eprints.binadarma.ac.id/92/1/JURNAL_SAIPUL%20BAHRI_08142057.pdf
Tidak ada komentar :
Posting Komentar